Close
Ilustrasi berjalan kaki. Source Image Bussinesinsider.

ZONAKLIMAKS.ID – Kenapa sih kita harus selalu mencintai aktivitas berjalan kaki ketimbang kita berkendara? Mungkin karena berjalan kaki menjadi sarana alternatif untuk hidup sehat bagi kita dan juga menciptakan lingkungan yang bebas polusi.

Untuk saat ini, kita mungkin jarang sekali melihat orang-orang yang berjalan kaki di trotoar jalan, bertambahnya populasi kendaraan yang semakin pesat, membuat aktivitas pedestrian ini menjadi hal yang jarang kita jumpai di sudut kota mana pun di Indonesia. Beruntung kita disediakan trotoar yang layak bagi pejalan kaki yang bebas dari PKL dan lahan parkir, walaupun belum semuanya bisa terealisasi oleh pemerintah, namun kita sudah bisa merasakan dan melihat di beberapa titik.

Contohnya di kota Bandung, beberapa titik sudut jalan kota sudah di perlebar dan di percantik khusus bagi warga dan wisatawan yang menikmati kegiatan jalan kaki, diantaranya Jalan R.E. Martadinata, atau yang kita sebut dengan Jalan Riau, Jalan area Dago, Asia Afrika, Dalem Kaum, dan Sekitar Gasibu, Braga, Balai Kota Bandung dan banyak lagi titik lainnya.

Ilustrasi lampu berjalan kaki. Source Image ABC

Penyediaan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan tata ruang. Maka, sesuai dengan peraturan yang telah dicanangkan Menteri Pekerjaan Umum No. 03 tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana.

Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan memiliki fungsi untuk memfasilitasi pergerakan para pejalan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan mudah, lancar, aman, nyaman, dan mandiri termasuk bagi pejalan kaki dengan keterbatasan fisik.

Selain keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki, aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan jalur pedestrian meliputi perbedaan tinggi trotoar dari muka jalan dan lebar yang sesuai dengan jumlah pejalan kaki yang menggunakan jalur pedestrian tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memasukkan pedestrian ke dalam kelompok yang rentan akan kecelakaan lalu lintas jalan 1,25% merupakan korban dari kecelakaan pejalan kaki. Pada tahun 2015, berdasarkan angka, sekitar duapuluh persen total kecelakaan adalah pedestrian.

Dengan adanya peraturan ini, dimaksudkan agar kamu lebih mencintai aktivitas berjalan kaki, dan sebaiknya kalian yang sangat menyukai beraktivitas dan menjelajah kota dengan berjalan kaki harus tetap waspada dan berhati-hati. Perhatikan trotoar dan rambu atau fasilitas yang sudah di sediakan seperti zebracross, dan jembatan penyeberangan jalan, dan saat menyeberang pun kalian harus selalu hati-hati dan waspada. Setidaknya berikan sinyal lambaian tangan saat menyeberang dan tidak memainkan smartphone kamu. (eel/zkid)

Source: Berbagai Sumber

Share this article:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Ads Here